Pidato Pada Cerita PIDAKSARA
Selamat pagi saya ucapkan kepada Bapak dan Ibu Guru, serta
teman-teman semua. Adalah hal yang luar biasa bagi saya, untuk boleh hadir di
sini, menyampaikan beberapa hal penting bagi kita semua. Namun, sebelum saya
berbicara lebih jauh, ijinkanlah saya mengajukan beberapa pertanyaan berikut
ini:
Pertanyaan pertama, ada berapa ribukah pulau di seluruh
tanah air Indonesia? Kita semua tahu, jawabannya tidak sulit. Kita memiliki
lebih dari 17 ribu pulau. Pertanyaan kedua, ada berapa jutakah warga negara
Indonesia sekarang ini? Kita juga tidak terlalu sulit menemukan jawabannya.
Jumlah warga negara Indonesia sampai hari ini mencapai 255 juta jiwa.
Pertanyaan ketiga, di manakah letak Sabang dan Merauke? Kita semua tahu, salah
satu lagu kebangsaan kita adalah "dari Sabang sampai Merauke." Di
manakah letak dua daerah itu? Nah, jawabannya pun tidak sulit. Sabang terletak
di ujung barat Indonesia. Tepatnya, di Provinsi Aceh. Sementara, Merauke ada di
ujung timur. Di pulau Irian, berbatasan dengan Papua Nugini. Jarak yang
memisahkan dua daerah ini adalah 5.234 km.
Apakah arti dari tiga pertanyaan itu? Sederhana saja. Kita
adalah negara yang besar. Atau lebih tepatnya superbesar. Mengapa? Kita
memiliki wilayah yang sangat luas. Kita merupakan negara kepulauan TERBESAR di
seluruh dunia. Namun, kita generasi muda, tidak boleh hanya bangga karena
KITA MEMILIKI WILAYAH YANG SUPER BESAR
ITU. Kita justru harus bangga, dan sekaligus memperjuangkan, KERAGAMAN BUDAYA,
SUKU, DAN BAHASA.
Baiklah, ada tiga alasan mengapa kita sebagai bangsa sungguh
besar.
Pertama: kita bukan bangsa egois
Bila kita pernah mencermati peta Eropa, kita akan menemukan
negara-negara kecil. San Marino merupakan sebuah negara kota. Jumlah penduduknya
hanya 400 ribu jiwa. Jumlah domba di sana melebihi jumlah manusianya! Contoh
lain: Yugoslavia dulu merupakan negara kesatuan. Akhir tahun 1980-an negara itu
bubar, pecah menjadi Bosnia, Serbia, dan Kroasia. Kita berbeda. Kita bisa
bersatu. Kita tidak egois dengan kesukuan kita. Kita tetap NKRI!
Kedua: kita memiliki semangat saling menghargai
Kalian pasti ingat pelajaran tentang bagaimana Indonesia
didirikan. Para bapak bangsa (founding fathers) dengan senang hati mengganti
rumusan sila pertama dari Piagam Jakarta. Semula dinyatakan, “Ketuhanan, dengan
kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.” Setelah
mendengarkan keberatan dari perwakilan Indonesia bagian timur, disepakati
rumusan: “Ketuhanan Yang Maha Esa.” Hari ini, kita mengenalnya sebagai sila
pertama dalam Pancasila.
Ketiga: kita berjuang untuk lebih adil
Tahun 2015, Presiden Jokowi bergerak supercepat. Pulau
Sulawesi mendapat jatah sistem transportasi kereta api. Pulau Papua mendapat
jatah pembangunan jalan. Sumatera mendapat perbaikan jalan. Hari ini, kita
layak bersyukur. Kita memiliki presiden yang menjadi dirigen untuk pembangunan
yang lebih adil. Benar, beliau tidak sempurna. Tapi kita layak untuk bersyukur
untuk itu.
Apa artinya bagi kita, para siswa SD? Sederhana saja. Tugas
kita akan tidak lebih ringan ke depannya. Persaingan dengan negara-negara lain
tidak lebih mudah. Yang paling utama, bagi saya sendiri, adalah sederhana.
Lakukan hal-hal keseharian dengan baik. Peduli dengan teman-teman lain.
Mengerjakan tugas-tugas dari guru. Mengurangi nonton tivi. Mengurangi main
game. Lebih banyak membaca. Giat berlatih menulis. Itu semua saya sampaikan di
sini, karena itulah yang selama ini saya lakukan. Saya tidak mengajak hal yang
tidak pernah bisa dilakukan.
Comments
Post a Comment