Posts

Merasa Berguna

Pada serial sebelumnya, kita sudah membahas tentang Minecraft. Tepatnya, kunjungan ke rumah temanku untuk bermain Minecraft. Berbagai pengalaman aku alami di rumah temanku, mulai yang sudah aku rencanakan sampai yang tak terduga. Apabila kalian ingin membaca cerita selengkapnya, silahkan baca serial sebelumnya. Sekarang, tentu saja, kita akan membahas hal yang berbeda. Lebih bermakna dan sedikit menyenangkan. Bermakna karena bisa membantu orangtuaku, tepatnya ayahku dalam mengerjakan tugasnya. Sedikit menyenangkan karena hal itu sebenarnya memang salah satu hal yang aku sukai. Apa itu? Kalian pasti mengetahui serialku yang menyangkut tentang software power point kan? Aku sudah mempunyai bukti, bahwa sebenarnya Microsoft Power Point bukanlah sofware untuk presentasi yang paling maju. Power Point hanyalah sebuah softaware presentasi yang semestinya menjadi sebuah landasan untuk mempelajari lebih jauh lagi software yang lebih “keren” daripada Power Point. Mungkin ada banyak software pr...

Perlu Bersusah Payah Dulu #02 - TAMAT

Pada serial sebelumnya, kita sudah membahas tentang kunjungan. Kunjungan apa? Tentu saja, kunjunganku ke rumah temanku. Kebetulan sekali, pada waktu itu, hari beranjak ke hari Sabtu, sehingga itulah kesempatan bermainku. Kebetulan yang lainnya, ibuku memperbolehkan aku untuk berkunjung ke rumah temanku untuk bermain bersama. Selain demi kebahagiaan, itupun juga demi persaudaraan dan kebersamaan kami sebagai teman. Tentu saja, jika kalian ingin melihat kelengkapan dari cerita tersebut, silahkan baca serial sebelumnya. Namun sekarang, kita harus fokus untuk membahas tentang kelanjutan dari permainan kami bersama. Seperti pada serial sebelumnya, aku mendapati temanku sang tuan rumah dengan temanku yang lain sedang makan bersama. Supaya tidak merepotkan, kita akan menyebutkan nama asli dari kedua temanku tersebut, mulai dari sekarang. Temanku sang tuan rumah bernama Daniel, sedangkan temanku yang lain bernama Evan. Kedua temanku tersebut asyik sekali memakan ayam. Tampaknya enak, namun...

Kesempatan Langka #01

Pada serial sebelumnya, kita sudah membahas tentang Benteng Vredeburg. Tepatnya, pengalaman pentas di Benteng Vredeburg bersama teman-teman bermain musikku. Tentu saja, pengalaman konser di Benteng Vredeburg tidak tergantikan dan sangat menyenangkan sekaligus menggembirakan, jadi kalian wajib untuk membaca serial sebelumnya, sebelum membaca serial ini. Oke, lewati saja hal itu. Sekarang, tentu saja, kita akan membahas sesuatu yang lebih berbeda. Kita kali ini akan membahas masalah “pemrograman” kembali, setelah sekian lama tidak membicarakan hal tersebut. Pada waktu itu, hari sudah mulai siang. Pada waktu itu juga, kegiatan belajar mengajar di sekolahku sudah berakhir, ditandai dengan bunyi “kring” panjang dari lonceng elektrik. Akhirnya, aku bersama teman-temanku, setelah berdoa dan memberi salam kepada guru tentu saja, langsung berebutan keluar dari kelas dan turun tangga. Kebetulan, kelasku berada di tingkat kedua, jadi maklum kalau tangga dalam sekejap dipenuhi oleh siswa yang ...

Segar dengan Tawa #02 - TAMAT

Pada serial sebelumnya, kita sudah membahas tentang Benteng Vredeburg. Tentu saja, serial sebelumnya tidak lagi dapat dilanjutkan karena sudah melewati batas 500 kata. Maka, serial sebelumnya akan dilanjutkan di serial kali ini. Sebagai sinopsis, serial sebelumnya bercerita tentang pengalamanku sebagai pemain musik. Tepatnya, aku ikut berpartisipasi dalam suatu konser yang diadakan di Benteng Vredeburg. Mengapa disebut berpartisipasi? Karena yang tampil di benteng tidak hanya aku, namun seluruh pemain musik dan penyanyi di Taman Budaya Jogjakarta. Bagaimana kisahnya? Silahkan baca serial sebelumnya terlebih dahulu, baru kemudian membaca serial ini. Pada waktu itu, hujan semakin deras saja. Parahnya, kami bermain di luar alias outdoor. Air berkecipak di luar maupun di atas tenda, namun itu tidak sama sekali menyurutkan semangat kami untuk menghibur para penonton. Justru malah menambah rasa damai dan tenang, sehingga dapat dipastikan kami akan menampilkan performa yang paling baik. D...

Sopan di Bawah Guyuran Hujan #01

Pada serial sebelumnya, kita sudah membahas tentang anomali cuaca. Ternyata, cuaca bisa menipu kita. Dari semula yang cerah, bahkan kelihatan terang benderang, beberapa waktu setelahnya bisa saja bertransformasi menjadi hujan lebat dengan petir yang menyambar-nyambar. Ataupun sebaliknya. Sayangnya, aku tidak bisa menceritakan kembali secara penuh di dalam serial ini, karena hanya akan menambah kebosanan saja. Tentu saja, kalian boleh membaca tentang cuaca di serial sebelumnya. Sekarang, kita akan membahas sesuatu yang berbeda. Apa yang berbeda? Langsung saja simak cerita di bawah ini, yang tentunya akan menarik dan agak lucu. Pada waktu itu, tepatnya pada hari Minggu pukul empat, aku dan kedua orangtuaku dengan segera bersiap-siap untuk berangkat ke Benteng Vredeburg. Untuk apa? Jadi, pihak Benteng Vredeburg dan Taman Budaya, tempat aku latihan biola, menjalin semacam kerjasama untuk memeriahkan acara untuk mengenang Hari Museum. Tentu saja, aku dan teman-temanku di Taman Budaya di...

Cuaca yang Mengganggu Perasaan

Pada serial sebelumnya, kita sudah membahas tentang Buku Musashi berturut-turut. Memang, Musashi menimbulkan kekaguman bagiku. Mengapa? Karena setiap kata dari tokoh yang ada didalam buku cerita Musashi menampakkan sifat dari setiap tokoh di buku tersebut. Arti lainnya, pengarang dari buku tebal itu memang luar biasa cerdas. Sekarang, tentu saja, kita akan membahas sesuatu yang agak berbeda. Kita akan membahas sesuatu yang lain dari yang lain. Tepatnya cuaca. Pada waktu itu, tepatnya hari Selasa, aku dan ayahku berangkat ke Gereja Kotabaru. Tentu saja, kalian pasti sudah tahu untuk apa kami ke Gereja Kotabaru. Ya, aku memang bertugas untuk melayani gereja. Caraku melayani gereja pun sebenarnya agak anti-mainstream, yakni bertugas pada jam setengah enam pagi. Karena jarak Gereja Kotabaru dengan rumahku agak jauh, tentu saja aku bangun lebih awal dari jam setengah enam pagi. Tepatnya satu jam sebelum jam setengah enam pagi, yakni jam setengah lima pagi. Begitu sudah bangun, mandi, dan...

Matahachi, sang Lemah Hati #05 - TAMAT

Pada serial sbeelumnya, kita sudah membahas tentang Takuan Soho. Takuan Soho adalah sosok protagonis di cerita Musashi. Bayangkan, jika tidak ada sosok Takuan Soho, buku Musashi setebal itu tidak akan bermakna. Jika kalian penasaran akan tokoh tersebut, silahkan cek di serial sebelumnya. Sekarang, tentu saja, kita akan membahas hal yang lain. Lebih tepatnya, kita masih membahas tentang buku tebal yang menarik tersebut, namun dalam serial kali ini kita akan lebih menyoroti tokoh antagonis, yakni Matahachi. Matahachi merupakan teman dekat Takezo selama mereka masih kecil. Tentu saja, sebenarnya, Takezo mempunyai orangtua. Namun sayangnya, ayah dan ibunya bercerai. Ibunya menikah dengan pria lain dan mendapatkan anak lain. Oke, kita akan melewati hal itu. Matahachi merupakan sosok yang berkebalikan dengan Takezo. Apabila kita mengenal Takezo sebagai orang yang sangat percaya diri, pantang menyerah, dan tidak takut akan apapun, Matahachi kebalikannya. Ia seorang pemalas dan mudah dipen...