Posts

Lupakan Sejenak Pelajaran Sekolah

Halo semuanya! Lama tak berjumpa. Maklum, waktu sudah berjalan begitu cepat, sehingga berbagai ujian maupun latihan ujian pun muncul satu per satu di depan mata, menunggu untuk dikerjakan. Tentu saja itu terjadi padaku, karena saat ini adalah waktu yang tepat bagiku untuk benar-benar serius dan menyelesaikan seluruh pendidikan Sekolah Dasarku. Walaupun begitu, untuk mengisi waktu lengang, daripada stress berkepanjangan karena otak hanya berisi angka dan huruf, maka kami memutuskan untuk sedikit berlibur. Liburan itu dalam bentuk kunjungan ke rumah salah satu romo yang tentu saja cukup mengenal kami dan merupakan salah satu tangan kanan dari Uskup Aloysius di Palembang. Oke, tanpa basa-basi, kita akan langsung membahas liburan “kecil” ini. Pada waktu itu, hari sudah mulai pagi. Begitu mataku terbuka, otakku mencoba mengingat beberapa hal penting. Setelah beberapa waktu, aku akhirnya mengingat semuanya. Hari itu hari Minggu. Bukan hari Minggu yang biasa, namun Minggu kedatangan Yesus ...

Hujan Pembawa Sakit Kepala

Pada serial (-serial) sebelumnya, kita sudah membahas tentang Perkemahan, yang tentu saja pengalaman yang dialami di sana sungguh banyak, mulai dari pengalaman yang menyenangkan, maupun yang kurang membuat senang. Namun semua itu melengkapi seluruh pengalaman kami di perkemahan, yang membuat kami bisa lebih hidup mandiri tanpa bantuan orang lain, walaupun dalam prakteknya kami masih banyak dibantu oleh orangtua. Tetapi secara keseluruhan, kami sudah mulai mandiri dan bisa mengelola diri sendiri. Sekarang, tentu saja, kita akan membahas serial yang agak berbeda dari serial-serial sebelumnya. Serial kali ini akan menyangkut tentang keseruan petualangan aku dan ayahku ketika menjelajah, lebih tepatnya keliling desa dengan berjalan kaki. Pada waktu itu, hari sudah beranjak sore ketika ayahku memutuskan untuk berjalan-jalan keliling desa. Mengapa? Karena kami hanya menganggur di rumah, tidak ada kerjaan sama sekali. Lebih baik beraktivitas daripada tidak melakukan suatu hal yang berguna. Ok...

Bantuan yang Salah Kaprah #10 - TAMAT

Pada serial sebelumnya, kita sudah membahas tentang kegiatan api unggun. Api unggun sebenarnya tidak jadi dilaksanakan karena cuaca yang sangat buruk. Namun, kami, regu laba-laba, tidak tahu bahwa sebenarnya api unggun masih dilaksanakan. Hanya saja, api unggunnya tidak dinyalakan. Kegiatan api unggun diganti dengan beberapa pementasan yang cukup membuat hati senang, seperti pementasan musik biola, angklung, pianika, dan gitar. Kami, perwakilan dari SD Kanisius Kalasan, tentu saja tidak mau kalah dengan sekolah lain. Kami menyiapkan satu pementasan yang cukup diapresiasi. Apabila kalian ingin membacanya, kalian bisa membaca di serial sebelumnya. Sekarang, kami sudah menjalani tiga hari yang cukup berat. Berbagai macam pengalaman kami jalani, namun kami masih berada dalam keadaan cukup prima berkat dukungan seluruh pihak di perkemahan tersebut. Sebelum kami benar-benar pulang ke rumah, tentu saja, diadakan sebuah upacara penutupan. Upacara tersebut diadakan karena ada beberapa pengum...

Mencapai Puncak #09

Pada serial sebelumnya, kita sudah membahas tentang petualangan jelajah alam. Di sana, kami sudah berpetualang ke segala arah, menelusuri jalanan dan sungai, menerjang segala hambatan yang ada. Akhirnya, kami berhasil melakukan semua itu dan kembali ke kemah untuk melanjutkan giat yang selanjutnya. Tentu saja, sekarang kita akan membahas giat yang selanjutnya, tepatnya kegiatan selanjutnya. Mengapa? Karena kegiatan ini tidak termasuk giat, namun lebih ke upacara pelantikan kami, para penggalang. Namun, sebelum upacara pelantikan para penggalang yang mengikuti kemah tersebut, ada sebuah pementasan seni bagi kami yang sudah menyiapkan semua hal yang siap untuk dipentaskan. Tentu saja, kami tidak mau kalah dengan sekolah lain. Kami juga mempersiapkan seluruhnya, mulai dari lagu, alat musik, dan latihan-latihan yang juga cukup membuat kami capai. Omong-omong, aku juga termasuk dalam tim pensi (pentas seni) tersebut sebagai pemain pianika. Kalian pasti mengetahui, kemah pramuka tidak lengka...

Karapan Manusia #08

Pada serial sebelumnya, kita sudah membahas tentang permenungan kita tentang tujuan dari diselenggarakannya kemah itu sendiri. Sebenarnya, apa sih tujuan dari penyelenggaraan kemah itu? Semua jawabannya tentu saja ada di serial sebelumnya. Tentu saja sekarang kita tidak akan membahas hal yang sama lagi, namun lanjutan dari serial sebelumnya. Serial kali ini lebih condong membicarakan kegiatan yang sangat, sangat melelahkan, yakni perjalanan dua jam tanpa menggunakan transportasi! Tentu saja, artinya adalah kami berjalan kaki selama dua jam, menjelajah alam sekitar perkemahan dan dikenalkan beberapa keadaan alam yang mungkin memang belum pernah kami tahu. Pada waktu itu, hari kedua saat kemah, kami mempunyai beberapa kegiatan. Pertama, kegiatan melakukan beberapa permainan yang mengasyikkan, namun juga menantang. Beberapa di antaranya adalah panjat tali dan karapan sapi. Cara memainkannya mudah. Sistem dari panjat tali adalah tali tambang yang diikat menjadi bentuk kotak-kotak dan dit...

Sejenak Merenung #07

Pada serial sebelumnya, kita sudah membahas tentang temanku. Tentu saja, ketika aku menceritakan temanku, temanku tersebut mengalami hal di luar dugaan. Tepatnya, dia sakit asma. Serial lengkapnya kalian bisa kalian lihat di serial sebelumnya, namun singkat cerita temanku tersebut sakit asma pada malam hari kedua saat kemah dan akhirnya membuatnya harus mengikuti beberapa petualangan yang tak tergantikan. Sekarang, kita akan membahas lanjutan dari serial kemarin. Serial ini lebih terasa sebagai permenungan daripada serial-serial sebelumnya. Kegiatan di kemah sama pada umumnya dengan kemah-kemah pramuka lainnya, jadi jika aku menceritakan seluruh kegiatanku di kemah sama saja membuat kalian bosan. Kita akan mulai saja sedikit permenungannya. Pertama, sebenarnya apa maksudnya diselenggarakan sebuah kegiatan kemah tersebut? Mungkin banyak dari kita yang berpikir, lebih baik belajar di sekolah dan berkegiatan di rumah daripada kemah. Mungkin anggapan itu benar. Namun menurutku salah. Menga...

Serangan Mengkhawatirkan #06

Pada serial sebelumnya, kita sudah membahas tentang hujan. Hujan sering disebut sebagai pembawa berkah, namun untuk kasus kami ternyata tidak. Mengapa? Karena hujan tersebutlah yang membuat kami basah kuyup, harus membuat parit, dan sebagainya. Namun, gara-gara hujan itu pula, kami akhirnya mempunyai pengalaman yang tak terlupakan. Untung saja, kegiatan masak kami tidak terlalu terganggu, karena kami selalu siap tindak dalam menghadapi masalah. Setelah semua itu terjadi, kamipun makan dan mandi. Beberapa dari kami benar-benar basah kuyup karena membuat parit disertai dengan ayah salah satu anggota kelompok kami hanya dengan jas hujan murahan. Namun itu semua tidak meruntuhkan semangat pramuka kami untuk melanjutkan kemah tiga hari itu. Ada satu kejadian yang sangat menegangkan. Salah satu temanku yang terkenal mempunyai nafsu makan yang cukup besar, sehingga otomatis badannya pun ikut besar, mengalami sakit yang cukup parah. Sakit itu bukan sakit batuk, flu, maupun masuk angin, namun s...