Posts

INDONESIA MERDEKA!

Tentu kita semua sudah mengerti dan memahami bagaimana Negara Indonesia itu dibentuk. Perjuangan pahlawan melawan penjajah adalah peristiwa yang tidak akan pernah kita lupakan. Sekedar info saja, penjajah adalah suatu kelompok atau negara yang menguasai daerah yang bukan merupakan wilayah miliknya secara tidak bertanggungjawab. Yang aku maksud tidak bertanggungjawab adalah kelompok tersebut menggunakan Sumber Daya dengan berlebihan. Oleh karena itu, tentu saja, Bangsa Indonesia tidak tinggal diam. Berbagai perlawanan diluncurkan oleh Bangsa Indonesia di segala tempat. Akhirnya, setelah perjuangan yang melelahkan itu berlangsung bertahun-tahun, Indonesia pun mendapatkan hasilnya. Tanggal 17 Agustus 1945 jam 10.00 WIB, Presiden Pertama Indonesia, Ir. Soekarno, menyatakan kemerdekaan Indonesia. Tentu saja, tanggal itu menandakan bahwa Indonesia telah merdeka dari segala cengkeraman penjajah. Mulai dari tanggal itu, Indonesia memperingati tanggal 17 Agustus sebagai hari kemerdekaan Indon...

Lomba Artikel DinKes Yogyakarta 2017

Image
Hidup Keren tanpa Merokok Oleh : Joserio Christya Vidyaka "Rokok membunuhmu!"  Kalimat menyeramkan ini terpampang di bungkus rokok. Apalagi didukung gambar-gambar mengerikan dan meneror. Mulai dari paru-paru yang rusak, jantung berlubang, leher berlubang, bahkan ada satu gambar yang mencengangkan. Seorang perokok, merokok di dekat seorang bayi. Tidak diceritakan apakah bayi tersebut merupakan anak dari perokok tersebut, namun itu tidak penting. Perlu diingat! Merokok itu tidak baik bagi perokok pasif ataupun aktif! Sekali lagi saya ulangi, "Merokok membunuhmu!" Kalimat ini tidak salah. Niscaya pemerintah tidak membuat kata-kata tersebut dengan sembarangan. Ada sebuah maksud penting di balik kata-kata tersebut. Rokok adalah sebuah ‘tempat’ yang menyeramkan. Tempat berbagai jenis racun bersemayam dalam takaran tertentu sehingga menyebabkan penyakit. Bahkan bukan hanya penyakit saja, namun juga kematian. Menyeramkan bukan? Ya, menyeramkan! Bahkan sanga...

Monster tak Bertaring

Akhirnya, Ujian Nasional tingkat SD usai juga! Berbagai kegembiraan muncul di antara teman-temanku dan aku sendiri tentu saja. Namun, rasa penasaran akan hasil UN selalu ada di antara kami. Tentu saja, UN kami jalani dengan baik dan lancar. UN memang tidak semenakutkan seperti yang kebanyakan orang bilang. UN justru mengasah otak dan membuat kita menjadi semakin berani dan percaya diri. Walaupun begitu, ada juga pengalaman-pengalaman yang cukup unik dan mungkin hanya terjadi seumur hidupku. Sebelum bercerita, aku akan memberikan sebuah perbandingan, yakni perbandingan “jaman dahulu dan jaman sekarang.” Menurut kedua orangtuaku, jaman dahulu yang namanya NEM itu dijadikan sebuah patokan apakah anak itu lulus atau tidak. Apabila NEM-nya dibawah KKM, maka anak tersebut tentu saja harus mengulang satu tahun di sekolah tersebut. Namun, di jaman sekarang, NEM bisa dimanipulasi oleh sekolah, dalam artian ditambah dengan nilai US dan lainnya, maka anak tersebut bisa lulus. Walaupun begitu, N...

Misteri Sakit

Halo semua, bertemu lagi dengan saya. Di kesempatan sebelumnya, kita sudah membahas tentang “melupakan sebentar pekerjaan sekolah.” Tentu akhir-akhir ini cukup banyak try-out alias latihan ujian. Lagipula, Ujian Nasional sudah benar-benar di dekat mata, sehingga untuk membuat pikiran tidak panik dan cukup santai, walaupun tidak terlalu santai, kami sedikit mengunjungi suatu tempat yang menyejukkan mata dan hati. Jika kalian benar-benar penasaran, kalian bisa baca di serial sebelumnya. Tentu saja, sekarang kita akan membahas sesuatu yang berbeda dari serial kemarin. Kali ini, kita akan membicarakan sebuah peristiwa yang agak mengagetkan. Pada waktu itu, awal bulan April, entah mengapa, ayahku tiba-tiba terserang suatu penyakit. Rupanya penyakit darah rendah. Di situ, ayahku mulai mengobati dirinya sendiri bersama kami di suatu rumah sakit. Namun, bukannya sembuh, penyakit itu berbalik 180 derajat menjadi penyakit darah tinggi! Suatu kejadian yang cukup aneh apabila dipikir-pikir. Mema...

Lupakan Sejenak Pelajaran Sekolah

Halo semuanya! Lama tak berjumpa. Maklum, waktu sudah berjalan begitu cepat, sehingga berbagai ujian maupun latihan ujian pun muncul satu per satu di depan mata, menunggu untuk dikerjakan. Tentu saja itu terjadi padaku, karena saat ini adalah waktu yang tepat bagiku untuk benar-benar serius dan menyelesaikan seluruh pendidikan Sekolah Dasarku. Walaupun begitu, untuk mengisi waktu lengang, daripada stress berkepanjangan karena otak hanya berisi angka dan huruf, maka kami memutuskan untuk sedikit berlibur. Liburan itu dalam bentuk kunjungan ke rumah salah satu romo yang tentu saja cukup mengenal kami dan merupakan salah satu tangan kanan dari Uskup Aloysius di Palembang. Oke, tanpa basa-basi, kita akan langsung membahas liburan “kecil” ini. Pada waktu itu, hari sudah mulai pagi. Begitu mataku terbuka, otakku mencoba mengingat beberapa hal penting. Setelah beberapa waktu, aku akhirnya mengingat semuanya. Hari itu hari Minggu. Bukan hari Minggu yang biasa, namun Minggu kedatangan Yesus ...

Hujan Pembawa Sakit Kepala

Pada serial (-serial) sebelumnya, kita sudah membahas tentang Perkemahan, yang tentu saja pengalaman yang dialami di sana sungguh banyak, mulai dari pengalaman yang menyenangkan, maupun yang kurang membuat senang. Namun semua itu melengkapi seluruh pengalaman kami di perkemahan, yang membuat kami bisa lebih hidup mandiri tanpa bantuan orang lain, walaupun dalam prakteknya kami masih banyak dibantu oleh orangtua. Tetapi secara keseluruhan, kami sudah mulai mandiri dan bisa mengelola diri sendiri. Sekarang, tentu saja, kita akan membahas serial yang agak berbeda dari serial-serial sebelumnya. Serial kali ini akan menyangkut tentang keseruan petualangan aku dan ayahku ketika menjelajah, lebih tepatnya keliling desa dengan berjalan kaki. Pada waktu itu, hari sudah beranjak sore ketika ayahku memutuskan untuk berjalan-jalan keliling desa. Mengapa? Karena kami hanya menganggur di rumah, tidak ada kerjaan sama sekali. Lebih baik beraktivitas daripada tidak melakukan suatu hal yang berguna. Ok...

Bantuan yang Salah Kaprah #10 - TAMAT

Pada serial sebelumnya, kita sudah membahas tentang kegiatan api unggun. Api unggun sebenarnya tidak jadi dilaksanakan karena cuaca yang sangat buruk. Namun, kami, regu laba-laba, tidak tahu bahwa sebenarnya api unggun masih dilaksanakan. Hanya saja, api unggunnya tidak dinyalakan. Kegiatan api unggun diganti dengan beberapa pementasan yang cukup membuat hati senang, seperti pementasan musik biola, angklung, pianika, dan gitar. Kami, perwakilan dari SD Kanisius Kalasan, tentu saja tidak mau kalah dengan sekolah lain. Kami menyiapkan satu pementasan yang cukup diapresiasi. Apabila kalian ingin membacanya, kalian bisa membaca di serial sebelumnya. Sekarang, kami sudah menjalani tiga hari yang cukup berat. Berbagai macam pengalaman kami jalani, namun kami masih berada dalam keadaan cukup prima berkat dukungan seluruh pihak di perkemahan tersebut. Sebelum kami benar-benar pulang ke rumah, tentu saja, diadakan sebuah upacara penutupan. Upacara tersebut diadakan karena ada beberapa pengum...